Quotes#14. Tetes hujan yang menguntai bumi hanya menjadi teman sepi, sedang dingin ini, hanya sebagai penggambaran hati. Maka biarlah jarak yang menjadi saksi terpisahnya hati ini. Quotes #15. Sendu jiwanya ketika hujan akan turun. Pucat mukanya ketika mendengar hari akan turun hujan. Maka tangisnya akan jatuh bersama tetesan air hujan.
52 "Diriku merindukanmu seperti bumi memandang awan. Selalu ada kata rahasia yang mendoakanmu agar terjadi hujan." 53. "Hujan mengantarkanku pada kesakitan dan hujan pula yang menemaniku dalam kesendirian." 54. "Tanpa hujan tidak ada yang tumbuh, Belajarlah untuk menghadapi badai dalam hidupmu." 55. "Langit dan awan adalah candu.
QuotesSeperti Hujan Yang Jatuh Ke Bumi Boy Candra . 0898 6508 779 Jual Buku Seperti Hujan Yang Jatuh Ke Bumi . 0898 6508 779 Jual Buku Seperti Hujan Yang Jatuh Ke Bumi . 0898 6508 779 Jual Buku Seperti Hujan Yang Jatuh Ke Bumi . Film Seperti Hujan Yang Jatuh Ke Bumi Akan Tayang Di Netflix Dan Bisa Disaksikan 190 Negara Yuk Intip Para Pemainnya .
Hanyaberisikan Quote kesukaanku dalam novel Seperti Hujan yang Jatuh Ke Bumi karya Boy Candra. Terbit 2016 lalu. Mau tahu cerita lengkapnya, beli aja novelny Browse . Browse; Paid Stories Quote Novel Seperti Hujan yang Jatu Orina_Fazrina. Reads. Reads 247,186. 247,186 247K. Votes. Votes 3,280. 3,280 3.2K. Parts. Parts 15. 15 15
Berikutbeberapa quotes tentang hujan yang mampu menyentuh hati. 15. "Sama seperti hujan, rindu juga tak berani datang sendirian." - Robi Aulia Abdi 16. "Biarkan hujan menciummu. Biarkan hujan menerpa kepalamu dengan tetesan cairan perak. Biarkan hujan menyanyikan lagu pengantar tidur untukmu." - Langston hughes 17.
Ditulisnaskahnya oleh Upi, Seperti Hujan yang Jatuh ke Bumi diadaptasi dari novel laris karya Boy Candra. Selain Jefri Nichol dan Aurora Ribero, Seperti Hujan yang Jatuh ke Bumi juga diramaikan dengan kehadiran Axel Matthew Thomas dan Nadya Arina. Karakter keduanya bakal membawa bumbu konflik dalam drama besutan sutradara Lasja F. Susatyo ini.
Takutakan penolakan, seorang pemuda kesulitan dalam mengutarakan perasaannya kepada sahabatnya yang tak lama jatuh cinta dengan pria lain - sampai akhirnya
31 "Hujan dan kamu adalah rindu. Kita kan menikmatinya dalam senja-senja beranjak pulang. Dalam rasa sayang yang tak akan pernah hilang. Bahkan saat hujan telah berhenti." 32. "Kepada hujan yang menjamah bumi, dinginmu tak kunjung usai, meski kau telah berlalu. Seperti rinduku, pada seseorang, yang hanya diam. Dari aku, yang belum lelah
SepertiHujan yang Jatuh ke Bumi book. Read 54 reviews from the world's largest community for readers. Juned Ardi, lelaki yang dikhianati oleh kekasihnya
NovelSeperti Hujan Yang Jatuh Ke Bumi merupakan sebuah karya besar dari Boy Candra. Penulis novel Asal Sumatera Barat ini makin dikenal karena novel-novelny
49wjlQ. - Hujan merupakan fenomena alam yang diberikan Tuhan sebagai karunia. Adanya hujan membuat setiap makhluk hidup tak kekurangan air. Karena itulah hujan merupakan salah satu sumber kehidupan yang patut disyukuri. Namun bagi sebagian orang, hujan juga dimaknai sebagai bentuk dari perasaan. Setiap tetes hujan dikatakan mampu membawa kenangan. Dengan rangkaian kalimat yang indah, hujan pun berubah menjadi salah satu ungkapan untuk menunjukkan sisi romantis, mengungkapkan rasa rindu, hingga dijadikan nasihat bijak. Kata-kata tentang hujan ini juga sering dijadikan caption Instagram atau media sosial lainnya. Nah, berikut rangkum dari berbagai sumber, Jumat 22/10, inilah kata-kata mutiara tentang hujan yang puitis dan penuh makna. Kata-kata mutiara tentang hujan romantis. foto Instagram/ruang_sajak99 1. "Hujan punya alasan kenapa ia jatuh, tapi aku tidak punya alasan mengapa hatiku jatuh kepada kamu." 2. "Hujannya di beri formalin kali ya, awet banget seperti cinta aku ke kamu yang selalu awet tak pernah berhenti untuk mencintaimu." 3. "Derasnya rintik hujan dan gemuruh petir tak ku pedulikan ketika kau tahu bahwa aku mencintaimu." 4. "Kamu bagaikan hujan dan aku hanyalah rintik bumi yang gersang, yang kalau turun turun kamu sirami aku dengan rintik kabahagiaan." 5. "Kamu pernah lihat hujan? coba dech kamu hitung berapa jumlah air hujan yang turun, maka sebanyak itulah sayang dan cintaku kepadamu." 6. "Ketika kau mencintainya dan kau hanya dapat hujan, maka cintailah aku sebagai pelangimu." 7. "Aku sudah bosan mulai bosan menjadi penikmat hujanmu, bisakah kali ini kau tuntun aku menuju altar pelangi pelangi bahagiamu." 8. "Air hujan yang turun bisa hilang oleh waktu, namun cintaku kepadamu tidak akan pernah habis oleh waktu.” 9. "Aku ingin kau tahu, bahwa diam-diam aku selalu menitipkan harapan yang sama dalam beribu-ribu rintik hujan, dan aku berharap bahwa masa depanku ini ingin selalu bersamamu." 10. "Cinta yang tulus bagaikan rintikan hujan, selalu menenangkan dari gelisah, selalu menyenangkan dari resah." 11. "Derasnya hujan yang setiap hari turun dari langit dengan memberikan sejuta manfaat bagi manusia, namun derasnya hujan sama halnya sama dengan cintamu kepadaku yang selalu memberikan berbagai macam cerita dalam hidupku." 12. "Hujan selalu kembali walau di telah jatuh berkali-kali, seolah tidak peduli berapa banyak sakit yang dia rasakan." 13. "Kamu tahu hal yang paling romantis dari hujan? Dia selalu mau kembali meski tahu rasanya jatuh berkali-kali." 14. "Kedatangan hujan benar-benar menyejukkan hati, begitu juga padamu. Tapi ketika hujan pergi pamit, aku takut apakah kamu juga akan begitu?" 15. "Saat rintik hujan turun membasahi bumi jangan sampai tetesan air matamu juga membasahi pipi, kamu harus tahu, bahwa air matamu jauh lebih berharga." 16. "Sebab setelah hujan selalu ada seseorang yang datang sebagai pelangi, dan memelukmu. Aku ingin orang itu selamanya." 17. "Senang bisa mencintaimu seperti ini, yang sewajarnya pelangi di antara rintik hujan yang menari-nari." 18. "Kamu seperti hujan. Jatuh pada hati yang tepat, namun diwaktu yang salah." 19. "Kamu itu sedingin hujan, secuek manusia, dan setabah bumi. Tapi dibalik itu, kamu adalah orang yang tetap ada, menemani aku sampai saat ini." 20. "Jatuh cinta padamu itu mudah, aku hanya perlu melewati hujan dan menjadi teduh untukmu." 21. "Setelah hujan yang kita lalui, kisah kita telah terpatri menjadi cerita indah dan semoga abadi." 22. "Saat aku merasa hujan hanya datang untuk menyakiti, kamu hadir. Mengajarkan aku bahwa Tuhan tak menciptakan hujan untuk bersedih, tetapi ia menyiapkan hujan untuk merasa kita pulih." Kata-kata mutiara tentang hujan tentang rindu. foto Instagram/katakata__remaja 23. "Heningnya malam ditemani suara hujan, mengingatkan semua kenangan saat itu. Saat kita berjalan dibawah rintik air hujan, dinginnya udara merasuk dalam tubuh dan hilang ketika kau genggam erat tanganku." 24. "Tak jelas apa yang kurasa di tahun ini. Kesenangan yang cukup semu, kebahagiaan yang tak menentu. Rintik lebih banyak terasa, rindu lebih banyak tiba." 25. "Kenangan terindah kita adalah kau dan aku bersama disaat hujan." 26. "Pada rintikan melodi sang hujan yang menjadi penenag diri, teman dalam sunyi dan obat kala merindu, kutitip cerita hari ini untuk kenangan yang tak ada habisnya." 27. "Melihat langit selepas hujan, hawa segar yang kurasakan. Seketika hati menjadi cerah, terlintas kenangan-kenangan yang indah. Terbesit senyum menawanmu, melintas dipelupuk mataku. Seketika bibir ini ikut tersenyum, mengingatmu sebagai orang yang kukagumi." 28. "Ketika aku berusaha untuk tak lagi membahasmu, hujan dengan mudahnya menjatuhkan semua kenangan tentangmu." 29. "Banyak sekali pesan yang tak tersampaikan. Janji yang terhiraukan, kenangan yang terlupakan, dan rindu yang terhapuskan oleh derasnya guyuran hujan." 30. "Bukan hanya hujan, engkau juga dijatuhkan Tuhan ke dalam ingatan yang amat deras oleh kenangan." 31. "Hitunglah ada berapa banyak rintik hujan yang jatuh, maka sebanyak itulah rinduku yang sampai kepada dirimu." 32. "Aku merindukanmu seperti bumi memandang awan, dengan kata paling rahasia ia mendoakanmu menjadi hujan." 33. "Aku titipkan rindu ini pada langit untuk disampaikan kepada mu lewat hujan." 34. "Hujan dan kamu adalah rindu. Kita kan menikmatinya dalam senja-senja beranjak pulang. Dalam rasa sayang yang tak akan pernah hilang. Bahkan saat hujan telah berhenti." 35. "Kepada hujan yang menjamah bumi, dinginmu tak kunjung usai, meski kau telah berlalu. Seperti rinduku, pada seseorang, yang hanya diam. Dari aku, yang belum lelah merindu." 36. "Sebab langit-Nya adalah candu. Terang membawa riang, dan hujan membawa rindu yang tak berkesudahan." 37. "Aku menyampaikan rindu lewat hujan, dan dia mewakili perasaan lewat tetesan." 38. "Sederas apapun ia turun, semenakutkan apapun ia turun, sesakit apapun ia turun, hujan tetaplah air yang akan selalau menghadirkan suatu kenangan dan kelembutan." 39. "Seperti hujan, kamu. Rindu adalah gerimis yang melebat. Mengalitkan kamu ke dalam anganku. Selalu, dan tiba-tiba." Kata-kata mutiara tentang hujan bijak dan bermakna. foto Instagram/goresanpenadakwah 40. "Setelah hujan, matahari akan muncul kembali. Begitu juga dengan kehidupan, setelah rasa sakit, bahagia akan datang." 41. "Apa yang lebih buruk dari hujan di senin pagi? Kenyataan bahwa kau masih betah hidup dimasa lalu yang kelam." 42. "Hujan di pagi hari, itu juga Anugerah-Nya, tak perlu menggerutu dalam hati, sudah cukup saja disyukuri, semoga hujan membawa berkah pagi ini." 43. "Jika engkau menginginkan pelangi, engkau harus menerima hujan." 44. "Jika mendung pagi ini berakhir dengan hujan, itulah takdir Tuhan. Tapi jika mendung di pikiran mengeliminasi kebahagian, itulah kerugian." 45. "Jika rintik hujan tak mampu menghapus sedihku, maka aku berharap matahari datang esok hari membawa mimpi baru." 46. "Ketenangan bukanlah berdiri di bawah payung ketika hujan, tetapi ketika mampu menari dibawah hujan." 47. "Ketika hujan turun, tidak hanya membawa sejuta kenangan indah bersamamu, namun juga membawa sejuta keberkahan untuk bumi ini." 48. "Pagi, hujan, dan segelas kopi. Kamu punya samudera untuk bahagia, kenapa memilih berenang di kolam kesedihan?" 49. "Pelangi yang muncul setelah hujan menjadi janji alam jika masa buruk telah berlalu, dan masa depan akan baik-baik saja." 50. "Pernahkah kau bayangkan, setegar apa embun yang dibasuh hujan di suatu pagi." 51. "Saat hujan turun di pagi hari, aku enggan untuk mengeluh, karena yang aku lihat, Pagi tidak pernah berubah, pagi adalah waktu untuk melangkah Selamat pagi sahabat, selamat beraktifitas." 52. "Semua orang ingin bahagia, tak ada yang ingin bersedih, namun kamu tak akan bisa melihat pelangi tanpa ada hujan." 53. "Semua pasti akan menjadi lebih baik, sekarang mungkin Anda menghadapi badai tapi ingat hujan pasti akan berhenti." Kata-kata mutiara tentang hujan yang bikin galau foto Instagram/ 54. "Kamu benar, hujan kali ini nampak berbeda. Dingin rasanya saat hujan membasuh tangan yang lama tak berjumpa denganmu." 55. "Hujan yang jatuh malam ini terasa lebih dalam, mengetuk hati yang mencoba melupakan. Membiarkan raga dan pikiran tuk menyelam, lalu apakah kamu akan datang?" 56. "Nyatanya pergi darimu bukan keahlianku. Hujan dan waktu membawaku lagi ke jalan pulang padamu." 57. "Hujan turun diwaktu yang tepat, ia mampu merobek kembali setiap jahitan luka yang tadinya terlihat kokoh membendung setiap pedih yang dulu sempat menjadi sumber derita." 58. "Hujan kembali hadir menemani bayangmu yang enggan menyingkir. Maaf aku kembali merindu, bisakah setelah ini kita bertemu?" 59. "Semoga hujan kali ini bisa mengobati rindu dan membasuh lara atas peninggalan masa lalu." 60. "Terimakasih telah kembali berteduh. Meski kau tahu, aku tak pantas menjadi tempat kau berlabuh." 61. "Air mata kadang menjadi hujan-hujan yang kusembunyikan." 62. "Banyak kenangan yang jatuh dar langit mengenai mereka yang menilik. Ada yang gagal untuk kembali tegar, meski hati sudah mengikhlaskan." 63. "Bukankah kamu tahu bahwa aku selalu saja jatuh hati padamu. Lalu kenapa kamu selalu angkuh seperti payung yang menghalangi hujan kepada bumi?" 64. "Hujan pernah merebut seseorang dariku. Ia merampas kebahagiaan yang tumbuh didadaku. Ia memaksaku untuk menjadi sendiri." 65. "Perkara hujan yang tak kunjung datang tak usah dipertanyakan. Pertanyakanlah dirimu yang selalu datang tapi tak kunjung menyatakan perasaan." 66. "Jenuh, ucap hati yang sedang kelabu. Tak lama awan gelap menutupi langit. Ditinggalkannya rintikan hujan yang sedang menggebu, serta kenangan yang mencoba menetap diantara pilu." 67. "Aku menginginkanmu, tarik tanganku dan bawa aku berteduh bersamamu, menepi dari hujan yang membasahi pipiku." 68. "Ketika aku ingin melangkah dekat ke arahmu, hujan selalu saja menghapus jejakmu. Apakah ini waktu yang tepat bagiku untuk tak lagi mengejarmu?" 69. "Tetes hujan semakin riuh seiring dengan rasaku yang mulai runtuh. Mulai saat ini, jangan lagi merayu atau memintaku menunggu. Kita akan baik walau tak lagi bersatu." 70. "Setelah malam demi malam kucoba untuk tak jatuh hati padamu, dengan mudahnya kau datang dengan hujan yang sama seperti dulu." 71. "Aku berharap bisa seperti hujan yang punya satu tujuan untuk jatuh ke bumi meski proses yang dilaluinya berat." 72. "Mungkin aku salah telah melewatkanmu kala hujan. Masihkah ada ruang untukku menjadi teduhmu?" 73. "Berat rasanya ketika jauh darimu sendiri melewati hujan yang tak lagi ramah seperti dulu." 74. "Pada bait ini, bayangmu kembali mengisi. Hujan datang dengan deras tanpa permisi, membawaku kembali tuk sendiri." 75. "Hari ini, hujan semakin deras di balik jendela. Dan tangis yang terisak semakin tak terbendung. Apakah kita sudah sampai pada tujuan?" 76. "Ketika rintik hujan bicara, tunjukkan arah titik bertemu. Maukah kau temui aku disana, lupakan dunia seperti dulu?" 77. "Kukira kau rumah, nyatanya kau hanya payung yang berbeda." 78. "Lalu siapa kamu? Seseorang yang mencoba menjadi payung saat air mata ini jatuh. Seseorang yang mencoba menjadi payung saat air mata ini jatuh. Seseorang yang mencoba membasuh hati ini saat mulai luruh." 79. "Aku seperti hujan, mudah untuk jatuh tapi butuh waktu lama untuk kembali menjadi awan." 80. "Kau bisa menghapus namanya dalam kehidupanmu, tapi percayalah bahwa kenangan adalah jejak yang tak bisa kau paksa untuk dihilangkan. Indahnya pelangi sekalipun tetap yang kau rindukan adalah hujan." 81. "Dengan bodohnya aku sengaja menari dibawah hujan. Namun kamu malah terdiam ditempat teduh dengannya." 82. "Kadang aku iri dengan mereka yang kau sebut dalam kisah-kisahmu. Tapi sadarkah kau? Aku selalu jadi tempat berteduh saat kau dilanda hujan yang mereka buat." 83. "Kita berada dipijakan yang sama, meski hati tak lagi sama. Aku siap menjadi teduhmu kembali, meski kadang aku yang harus jatuh berkali-kali." 84. "Hujan malam ini terasa berbeda, tak seperti biasanya yang mengingatkanku tentang kita. Ditengah kehampaan ini dirimu hadir dan membuatku bertanya 'kaukah itu?'" 85. "Kukira kau rumah, nyatanya hujan lebih sering jatuh diantara pipi ini karenamu." 86. "Hujan masih turun dengan segudang cerita yang dibawa. Berat rasanya ketika cerita ini harus disimpan sendiri tanpa namamu didalamnya." 87. "Jejak-jejak hujan berserak diantara jalan ketika pulang. Ditinggalnya cerita lama yang mulai menyapa." 88. "Dan kenyataan masih saja menyakitkan, meski terasa lega. Lagi-lagi hujan jatuh dengan segala kecewa yang mencoba untuk berbicara." 89. "Bukan soal yang jatuh, hanya saja hati terasa berat ketika kau jatuh pada dia yang kau sebut dalam ceritamu kali ini." 90. "Hujan datang memberi isyarat bahwa rindu bukan hanya sekedar menunggu, tapi menjaga hati meski rapuh." 91. "Dengan harapan agar temu kembali bertuan, karena rindu datang bagaikan air hujan." 92. "Kamu seperti air hujan yang coba kutangkap malam tadi. Semakin keras kupegang, semakin lihai kau pergi melewati celah gelapnya malam." 93. "Katakan padanya, aku menyukai momen saat memeluknya dibawah hujan, berdua di atas motor. Tak ada suara, hanya saling tatap dari kaca spion. Sederhana, namun aku merindukannya." 94. "Kepada hujan, kutitipkan rindu untuk rasa yang pernah tumbuh dan kenangan yang tak hangus dimakan waktu." 95. "Akhir-akhir ini dunia masih saja kelabu, apakah kamu masih haru setelah dia dengan yang baru?" 96. "Tetesan hujan membuatku mengingat kembali masa itu. Masa disaat kamu adalah prioritasku, namun sekarang aku pun tak tau bagaimana keadaanmu." 97. "Sayangnya aku terlanjur terluka, seperti angin yang berdampingan dengan hujan, namun hanya dianggap sebagai badai." 98. "Kamu benar, nyatanya aku belum siap untuk semua perpisahan ini. Denganmu, hujan, dan semua hal yang ada di cerita ini." 99. "Dan hujan lagi-lagi jadi teman yang setia kala kamu jauh disana." 100. "Saat hujan datang, seseorang kembali merasakan sakit, seseorang menjadi tenang, seseorang mendapat kenangan, seseorang menyapa rindu, seseorang lainnya bahkan tak peduli." 101. "Lelah diri ini menunggumu dengan segudang cerita yang ingin kusampaikan. Pada hujan mulai jatuh kembali, apakah ini tanda untukku jatuh lagi?" brl/guf Recommended By Editor 40 Kata-kata sedih dari drama Korea, menyentuh hati 40 Kata-kata mutiara penyejuk hati, anti galau dan inspiratif 40 Kata-kata romantis dari film Indonesia terbaik, bikin baper 40 Kata-kata bijak Islami tentang anak, edukatif dan bermakna 40 Kata-kata pepatah Jawa beserta artinya, penuh makna
Quotes Hujan – Hujan adalah satu fenomena alam dimana air turun dari langit. Namun entah mengapa hujan kerap disandingkan dengan perasaan tenang, sendu bahkan romantis. Hujan seakan menjadi sebuah pertanda tersendiri bagi perasaan yang paling dalam sehingga tak sedikit orang melamun sambil menikmati hujan. Tak hanya itu, banyak juga yang memanfaatkam momen istimewa ini untuk berkarya. Ada yang membuat lagu, membuat puisi atau bahkan membuat quotes. Temanya juga gak jauh-jauh dari hujan, romantis atau ada juga yang membuat kata-kata penyemangat untuk hidup. Seperti beberapa quotes ini, dengan bertemakan hujan yang ternyata bisa memberikan makna yang mendalam. Cocok banget jadi status di media sosial. Baca juga 20 Puisi Cinta yang Bisa Diberikan Pada Orang Terkasih Quotes Hujan yang Penuh Makna, Romantis & Memotivasi 1. “Hujannya bikin khawatir. Takut hatimu bisa bikin dingin.” 2. “Biarkan hujan turun dan membasuh semua rasa sakit kemarin.” 3. “Sederas apapun ia turun, semenakutkan apapun ia turun, sesakit apapun ia turun, hujan tetaplah air yang akan selalau menghadirkan suatu kenangan dan kelembutan.” 4. “Memiliki kamu itu ibarat mengharapkan tanah kering di musim hujan.” 5. “Aku ingin menjelma payung. Bukan berarti aku kuat menahan gigilnya hujan aku hanya ingin kau selalu berteduh di dalam hatiku.” 6. “Kamu bisa memanggilku hujan karena semua yang kulakukan selalu jatuh pada dirimu.” 7. “Jika engkau menginginkan pelangi, engkau harus menerima hujan.” 8. “Hujan hari ini, masih menyirami bumi, semoga tersirami juga hati dan jiwa-jiwa yang tengah dirundung kegalauan.” 9. “Cinta pertama, seperti hujan, selalu segar.” 10. “Semua orang ingin bahagia, tak ada yang ingin bersedih, namun kamu tak akan bisa melihat pelangi tanpa ada hujan.” 11. “Sungguh, hanya hujan yang kunanti. Sebab hanya ia yang mampu menyamarkan tetesan air mataku di kesedihan ini.” 12. “Ketika hujan pergi yang tersisa genangan. Ketika cinta pergi yang tersisa kenangan.” 13. “Hujan punya alasan kenapa ia jatuh, tapi aku tidak punya alasan mengapa hatiku jatuh kepada kamu.” 14. “Ah, kenapa Kamu memanggilku ketika basahnya hujan. Padahal aku tak cukup rindu dengan teduhmu lagi.” 15. “Ketika kau mencintainya dan kau hanya dapat hujan, maka cintailah aku sebagai pelangimu.” 16. “Jangan pernah berputus asa jika menghadapi kesulitan karena setiap tetes air hujan yang jernih berasal daripada awan yang gelap.” 17. “Hujan yang turun selalu membawa kisah. Entah itu kisah bahagiaku bersamamu, atau bahkan luka membiru di sekujur tubuhku.” 18. “Di bawah rintik hujan ini aku menunggu sosok hadirnya dirimu, dan mengingat adanya canda tawamu saat kita lagi membutuhkan.” 19. “Langit menjatuhkan bulir-bulir yang sedih, yang sedikit, yang sakit, yang tak sungguh-sungguh menghapus dosa, apalagi kenangan.” 20. “Mengapa hujan memilih menginjak bumi? Karena hujan tau, bumi selalu memiliki cara agar hujan bisa kembali ke awan.” foto pexels/pixabay 21. “Saat hujan datang bertamu, hanya dua pilihan untukmu. Bergelimang rindu atau mengenang sendu.” 22. “Bila bisa diibaratkan, hidup terkadang akan seperti hujan. Bila Kamu tak ingin tenggelam dalam tetesannya, maka bertedulah.” 23. “Hujan membawa ketenangan, namun aku tetap selalu menyukainya, meski aku tau dia menghilangkan sinar kehidupan dan membawa pada kegelapan.” 24. “Tanpa hujan kita tidak akan pernah merasakan berterima kasih dari hangatnya matahari.” 25. “Sahabat sejati, ia yang akan menempuh hujan bersamamu. Bukan ia yang hanya menumpang payung, yang kemudian akan pergi ketika pelangi datang.” 26. “Di balik tiap tetesan hujan, ada sebuah senyum yang selalu berkembang, karena hujan tak melulu soal mantan atau gebetan yang putus di tengah jalan.” 27. “Hujan membawakan rindu kepada seseorang yang tak tahu orang itu rindu juga pada ku atau tidak.” 28. “Tiap tetesnya yang merdu berbisik lembut, menyuarakan nyanyian alam yang membuatku rindu mengendus bau tanah basah.” 29. “Kutitipkan salam pada hujan. Tentang rindu yang tak berujung temu. Hingga waktu tak kuasa untuk menunggu.” 30. “Aku titipkan rindu ini pada langit untuk disampaikan kepada mu lewat hujan.” 31. “Hitunglah ada berapa banyak rintik hujan yang jatuh, maka sebanyak itulah rinduku yang sampai kepada dirimu.” 32. “Hujan memang akan membuat basah. Namun hanya beberapa saja yang mampu merasakannya.” 33. “Apakah rindu masih bermakna jika diucapkan di bawah derasnya air hujan.” 34. “Kedatangan hujan benar-benar menyejukkan hati, begitu juga padamu. Tapi, ketika hujan pergi pamit, aku takut apakah kamu juga akan begitu?” 35. “Bagaimana mungkin, di tengah keramaian kau merasakan sepi. Sedang diantara tetesan air hujan, aku merasakan kehangatan atas dekapannya. Apakah kini hujan menjadi kekasihku?” 36. “Hujan di kala malam mengakibatkan genangan perasaan rindu yang mendalam akan masa lalu.” 37. “Kamu bagaikan hujan dan aku hanyalah rintik bumi yang gersang, yang kalau turun turun kamu sirami aku dengan rintik kebahagiaan.” 38. “Sendu jiwanya ketika hujan akan turun. Pucat mukanya ketika mendengar hari akan turun hujan. Maka tangisnya akan jatuh bersama tetesan air hujan.” 39. “Tak ada yang lebih tabah dari pada hujan bulan Juni, di rahasiakannya rintik rindunya kepada pohon yang berbunga.” 40. “Derasnya rintik hujan dan gemuruh petir tak ku pedulikan ketika kau tahu bahwa aku mencintaimu.” foto pexels/johannesplenio 41. “Benarkah hujan identik dengan kesedihan? Tidak, tidak bagiku. Hujan sedang menyiram bungaku Kamu, agar selalu tumbuh subur dan hidup bersamaku.” 42. “Aku berharap hujan ini segera reda, agar rindu ini tak terlalu dalam mengorek luka.” 43. “Diriku sudah bosan menjadi penikmat hujan yang kau buat. Dapatkah kali ini kau menuntunku menuju altar pelangi bahagiamu?” 44. “Bila diibaratkan, hujan bagaikan tirai yang memisahkan Kamu dan rindu. Dan jika harus memilih, maka kupilih untuk membuka tirai, agar bertemu dengan dirimu.” 45. “Air hujan yang turun bisa hilang oleh waktu, namun cintaku kepadamu tidak akan pernah habis oleh waktu.” 46. “Usai hujan turun akan selalu datang seseorang sebagai pelangimu. Pelukan itu akan selamanya mendamaikan bumi di dalam jiwamu.” 47. “Hujan yang turun membasahi bumi, mampu memberikan faedah pada setiap makhluk-Nya. Masihkah Kamu enggan untuk bersyukur?” 48. “Bukannya berteduh, aku sengaja membasahi diriku dengan air hujan agar dirimu khawatir denganku.” 49. “Apakah kau tahu hal yang paling romantis dari hujan? Dia selalu kembali meski ia tahu ia akan selalu terjatuh.” 50. “Aku penggal hujan dengan lancang, lalu aku berikan kepadamu untuk menghabisi sepi. Sementara kau pongah; ingin meludahi wajahku yang dikucuri rindu sendiri.” 51. “Saat hujan datang bertamu, hanya dua pilihan untukmu. Bergelimang rindu atau mengenang sendu.” 52. “Diriku merindukanmu seperti bumi memandang awan. Selalu ada kata rahasia yang mendoakanmu agar terjadi hujan.” 53. “Hujan mengantarkanku pada kesakitan dan hujan pula yang menemaniku dalam kesendirian.” 54. “Tanpa hujan tidak ada yang tumbuh, Belajarlah untuk menghadapi badai dalam hidupmu.” 55. “Langit dan awan adalah candu. Terangnya membawa riang, hujannya membawa rindu yang menggebu.” 56. “Hidup itu terkadang seperti Pelangi, yang selalu setia menunggu hujan reda, tuk bisa melihat betapa indah dunia.” 57. “Akan selalu ada pelangi setelah hujan. Tapi kadang hujannya malam-malam, jadi pelanginya nggak kelihatan.” 58. “Saat mendung berakhir dengan hujan, itulah yang disebut takdir. Tetapi jika mendung dalam pikiran mampu menyingkirkan kebahagiaan, itulah kerugian.” 59. “Cinta yang Tulus bagaikan rintikan hujan, selalu menenangkan dari gelisah, selalu menyenangkan dari resah.” 60. “Kepada hujan yang menjamah bumi, dinginmu tak kunjung usai, meski kau telah berlalu. Seperti rinduku, pada seseorang, yang hanya diam. Dari aku, yang belum lelah merindu.” Baca juga 43 Ucapan Selamat Menikah, Ada yang Untuk Mantan Quotes tentang hujan ini bisa jadi inspirasi untuk terus berkarya. Gak melulu tentang galau, hujan bisa jadi penyemangat tersendiri kok.
Kutipan Menarik dari Buku Seperti Hujan yang Jatuh ke Bumi Buku “Seperti Hujan yang Jatuh ke Bumi” karangan Boy Candra ini saya beli beberapa hari yang lalu. Kalau ada yang bilang jangan menilai sebuah buku hanya dari sampulnya saja, mungkin saya adalah bagian dari sebuah anomali. Nyatanya, keputusan saya untuk membeli novel ini sebagian besar ditentukan oleh apa yang ditampilkan pada bagian sampulnya. Saya tertarik membeli sebab sampul bukunya yang sederhana dengan ilustrasi dua orang yang berada di bawah hujan ditambah beberapa kalimat narasi di sampul belakang buku. Ini pertama kalinya saya membaca karya dari Boy Candra. Sebuah novel yang cukup renyah untuk dicerna. Hanya perlu waktu setengah hari untuk menyelesaikan buku setebal 284 halaman ini. Berlatar belakang dunia perkuliahan, tokoh Kevin, Nara, Juned, dan Tiara dipertemukan. Kevin dan Nara sudah bersahabat sejak kecil. Diam-diam ia memendam perasaan pada Nara. Nara yang tidak tahu bahwa Kevin punya perasaan lebih padanya, pernah meminta Kevin untuk menjadi sahabat selamanya. Tidak kurang tidak lebih. Hal itu membuat Kevin tersiksa sendiri. Tiara, teman sekomunitas yang ternyata jatuh hati pada Kevin. Meski Tiara berkali-kali menunjukkan perasaannya pada Kevin, Kevin tak bergeming. Perasaan Kevin terlalu kuat untuk Nara. Sementara Nara yang patah hati berkali-kali akhirnya bertemu Juned yang sebelumnya juga terluka karena dikhianati pacar dan sahabatnya sendiri. Merasa cocok, akhirnya mereka mengikrarkan diri menjadi sepasang kekasih. Kevin? Patah hati berkali-kali pada orang yang sama. Kalau disimak dari sudut cerita, kisah tokoh-tokoh dalam novel ini tidak terlalu rumit. Sebuah kisah percintaan yang bisa terjadi pada manusia biasa dalam kehidupan sehari-hari. Sejujurnya bagi saya pribadi, dinamika yang disajikan tidaklah terlalu menantang. Tapi ada beberapa hal menarik yang saya suka dan layak dinikmati dari novel ini. Tentu ini menjadi poin plus tersendiri. Beberapa hal menarik itu akan saya bagikan kepada kalian, para pembaca sekalian. Selamat menikmati kutipan-kutipan awesome dari novel karya Boy Candra berikut. “Hidup tidak seharusnya disesali hanya karena kita patah hati. Tidak seharusnya menghentikan langkah meski kita pernah kalah. Walau pelan-pelan, kita tetap harus berjalan.” –hal. 16 “Keluarga adalah bagian penting dalam perjalanan hidup manusia. Keluarga adalah tempat pulang dari segala tualang. Tempat kembali saat senang dan sedih hati. Tempat di mana hidup selalu menemukan arti saat dunia membuat bingung apa yang sedang kita cari.” –hal. 16 “Salah satu hal yang paling melelahkan di dunia ini saat kita ingin melepaskan sesuatu, namun ia tetap saja mengejar kita.” –hal. 18 “Karena, hal yang paling sulit dari memendam perasaan pada sahabat sendiri adalah saat dia bercerita tentang orang yang ia cintai, dan kita harus menyediakan wajah bahwa kita menyukai ceritanya.” –hal. 27 “Meski kita sahabat, bukan berarti kita harus terlibat semua sisi hidup sahabat kita. Ada bagian-bagian yang harus kita hormati. Perkara apa yang dia pilih dan jalani misalnya.” –hal. 40 “Namun berbeda jika menanam harapan, bisa jadi yang tumbuh adalah kebahagiaan, atau malah kesedihan. Sebab harapan bukanlah bibit berbentuk pasti. Harapan yang ditanam akan tumbuh tergantung bagaimana perawatannya.” –hal. 61 “Satu hal yang paling berbahaya bagi persahabatan, ketika kita meminta lebih dari sahabat; ketika kita mulai memainkan hati.” –hal. 104 “Saat hatimu perih, kamu memang tidak butuh tempat tujuan. Kamu hanya butuh mengalir seperti air, berputar seperti roda, meski tidak tahu ingin ke mana.” –hal. 138 “Andai kamu paham bagaimana rasanya mencintai seseorang yang terus memintamu mencintai orang lain.” –hal. 152 “Saat kamu tidak pernah berani memutuskan memilih sesuatu, kamu yang akan diputusasakan oleh waktu.” –hal. 163 “Pada saatnya, kesepian selalu digantikan dengan kesiapan.” –hal. 193 “Seperti hidup yang selalu tidak pernah ditebak. Ada yang datang dan ada yang pergi tiba-tiba. Bahkan tidak jarang yang pergi tanpa permisi. Namun, setiap kedatangan selalu meninggalkan sesuatu. Orang-orang menyebutnya kenangan.” –hal. 256 “Orang yang jatuh cinta dengan buta, sering membutakan logikanya sendiri. Mencari pembenaran dari perasaan sayangnya kepada seseorang.” –hal. 268 “Ternyata menyatakan perasaan itu hanya soal melawan rasa takut.” –hal. 272 Diantara kutipan tersebut, mana kutipan favoritmu? Atau sudah baca buku yang sama? Yuk berbagi hal menarik yang kamu temukan di sana. - Tulisan ini merupakan bagian dari sabtulis. Apa itu sabtulis? Sabtulis adalah gerakan menulis di hari Sabtu bagi sobat yang ingin menjadikan malam minggunya lebih produktif, melatih kemampuan menyampaikan gagasan atau mengekspresikan diri melalui tulisan, serta membentuk kebiasaan baik dalam menulis. Mari ikutan!